Limbah Pabrik Bocor, Kades Hanjalipan Meradang!! Begini Tanggapan Humas Wilmar

Aktivitas produksi buah segar Kelapa Sawit, sementara diduga terdapat pencemaran Limbah Pabrik PT Karunia Kencana Permai Sejati (KKPS) anak perusahaan dari Wilmar Group di Sungai Lais membuat Kepala Desa Hanjalipan meradang menuntut perusahaan bertanggungjawab.

SAMPIT, RAKYATKALTENG.com – Dugaan pencemaran limbah pabrik Kelapa Sawit dari PT Karunia Kencana Permai Sejati (KKPS) anak perusahaan dari Wilmar Group ini di Sungai Lais, anak Sungai Mentaya tampaknya sudah kali kedua. Dugaan pencemaran limbah terjadi pada 30 Juli 2022 dan 28 Desember 2022. Hal ini lah membuat Kepala Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Sapransyah meradang.

Kepala Desa Hanjalipan kini telah memberi peringatan keras kepada PT Karunia Kencana Permai Sejati Wilmar Group agar betanggungjawab atas insiden pencemaran limbah yang diduga membuat habitat ikan di Sungai Lais banyak mati dan mengganggu kesehatan warganya.

Melalui Surat resminya dengan Nomor 412.2/06/Hjl/Pem/2023 tertanggal 9 Januari 2023 perihal kebocoran limbah Pabrik KKP POM Wilmar Group agar segera mereka tindaklanjuti.

“Kami pemerintah Desa Hanjalipan menunggu konfirmasi dari pihak PT.KKP POM wilmar Group masalah perihal kejadian tersebut sudah kali ke dua pada tanggal 30 Juli 2022 dan 28 Desember 2022 sampai saat ini tidal ada tindak lanjut dari pihak perusahaan kepada pemerintah Desa Hanjalipan,” pernyataan Kepala Desa Hanjalipan Sapriansyah dalam surat yang diterima Rakyatkalteng.com, Selasa (11/1/2023).

“Kami pemerintah Desa Hanjalipan atas nama seluruh masyarakat Desa Hanjalipan menunggu etikat baik dari pihak perusahaan untuk menindak lanjuti masalah tersebut masa waktu paling lama 5 hari terhitung dari terbitnya pemberitahuan ini, apabila dalam waktu 5 hari tidak ada konfirmasi dari pihak perusahaan maka masyarakat akan bertindak sendiri,” tegasnya kembali dalam surat tersebut.

Surat Kepala Desa Hanjalipan ini juga telah ditembuskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur, Camat Kota Besi dan Damang Mentaya Hulu.

Sementara itu Humas Wilmar Grup , Rahmad membenarkan jika saat ini mereka sudah menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim.

Rahmad menyebutkan saat ini tim dari DLH pun sudah turun untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel. “Kami juga sudah lapor ke DLH dan sudah ambil sampel, “ kata Rahmad. (RD/RK1)